Jakarta – Nusa Mandiri Innovation Center (NIC) Universitas Nusa Mandiri sukses menyelenggarakan kegiatan Class Innovation: VisionTech Class – Pemrograman Cerdas untuk Analisis Citra pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini menghadirkan Sri Hadianti sebagai narasumber dan mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa yang ingin memperdalam kompetensi di bidang Artificial Intelligence (AI) dan Computer Vision.
Dalam pemaparannya, Sri Hadianti menegaskan pentingnya penguasaan analisis citra di era digital. Ia menjelaskan bahwa sekitar 80% data di internet berbentuk visual, mulai dari foto, video, citra satelit, hingga rekaman CCTV.
Dominasi data visual tersebut menjadikan kemampuan pengolahan citra sebagai kompetensi strategis di masa depan.
“Data visual mendominasi dunia digital. Mahasiswa perlu memahami bagaimana citra dapat diolah menjadi informasi yang bermakna. Image Processing bukan sekadar teknik mengedit gambar, tetapi fondasi dalam membangun sistem kecerdasan buatan yang mampu membantu manusia mengambil keputusan,” jelas Sri Hadianti.
Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar hingga implementasi nyata computer vision di berbagai sektor. Pada bidang medis, teknologi ini digunakan untuk deteksi kanker melalui citra X-ray dan analisis MRI. Di sektor keamanan, sistem pengenalan wajah (face recognition) dan deteksi plat nomor kendaraan telah banyak diterapkan. Sementara di bidang pertanian, analisis citra dimanfaatkan untuk identifikasi penyakit daun, klasifikasi hama tanaman, serta monitoring pertumbuhan tanaman menggunakan drone.
Dalam sesi pembahasan, Sri Hadianti juga mengangkat tantangan di sektor pertanian, di mana proses identifikasi hama masih dilakukan secara manual dan bergantung pada pengalaman. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan salah identifikasi dan penanganan yang terlambat sehingga meningkatkan risiko gagal panen. Melalui pendekatan AI berbasis analisis citra, proses identifikasi dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan efisien.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi studi kasus yang mendorong mahasiswa untuk memahami bagaimana model AI dibangun dan diterapkan dalam skenario nyata. Peserta diajak untuk melihat bagaimana algoritma dapat dilatih untuk mengenali pola visual dan menghasilkan keputusan berbasis data
Sementara itu, Kepala Nusa Mandiri Innovation Center menegaskan bahwa VisionTech Class merupakan bagian dari roadmap inovasi kampus dalam mempersiapkan talenta digital unggul.
“Kami ingin mahasiswa Universitas Nusa Mandiri tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mengimplementasikan teknologi berbasis AI dalam berbagai solusi nyata. Class Innovation menjadi wadah untuk membangun pola pikir inovatif dan adaptif terhadap perkembangan industri global,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa NIC berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program strategis yang memperkuat integrasi antara pendidikan, riset, dan kebutuhan industri.
Keberhasilan VisionTech Class menjadi bukti nyata bahwa ekosistem inovasi di lingkungan Universitas Nusa Mandiri terus berkembang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk meningkatkan kompetensi di bidang Artificial Intelligence dan Image Processing sebagai skill masa depan yang relevan dengan perkembangan teknologi global.
NIC berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mencetak generasi inovator digital yang siap bersaing di era transformasi teknologi.